DOWNSIZING SEBAGAI ALTERNATIF TETAP EKSIS
Persaingan yang semakin ketat di dunia usaha dan kesulitan-kesulitan ekonomi akibat inflasi, memaksa perusahaan berfikir untuk mencari solusi agar usahanya mampu bertahan hidup atau tetap eksis. Beberapa solusi yang telah banyak dilakukan perusahaan untuk menjaga eksistensinya, yaitu dengan mendifersifikasi produk yang dihasilkan, mendifersifikasi usaha, dan memperluas pemasaran produk. Difersifikasi produk dilakukan perusahaan untuk membedakan produk yang dihasilkan dengan produk pesaing dengan harapan produk menjadi lebih menarik bagi konsumen sehingga penjualan meningkat. Difersifikasi usaha berarti perusahaan menambah atau mengalihan usaha ke bidang lain yang diharapkan mampu memberikan profitabilitas yang lebih besar. Sedangkan memperluas pemasaran dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan promosi, misal dengan menampilkan iklan usahanya baik di media cetak, media elektronik maupun langsung dilakukan di lapangan dengan harapan penjualan meningkat.
Solusi-solusi tersebut di atas ternyata memerlukan memerlukan tambahan sumber daya yang besar bagi perusahaan, baik itu sumber daya manusia maupun dari segi pendanaan. Padahal di dalam perusahaan sendiri sedang mengalami kesulitan pendanaan. Untuk mendanai kegiatan yang sudah ada saja sulit apalagi mendanai tambahan kegiatan lainnya. Untuk memperoleh sumber pendanaan dari luar melalui pinjaman terkadang perusahaan mengalami krisis kepercayaan, yaitu apakah perusahaan mampu mengembalikannya.
Solusi yang lain yaitu perusahaan melakukan “downsizing”, yang diartikan sebagai mengecilkan perusahaan. Downsizing efektif dilakukan bagi perusahaan yang terlanjur “Besar”, artinya perusahaan mempunyai kapasitas menganggur yang besar padahal kapasitas menggangur tersebut menyerap sumber daya. Downsizing diawali dengan memisahkan kegiatan/proses yang mempunyai efektifitas dan efisiensi tinggi dengan kegiatan/proses yang efektifitas dan efisiensinya rendah. Kegiatan/proses yang efektifitas dan efisiensinya rendah kemudian dieliminasi dari kegiatan perusahaan atau digabung dengan proses atau kegiatan lain. Dengan demikian perusahaan dapat terhindar dari pembiayaan yang tidak efektif dan efisien.